Selasa, 11 Desember 2012

07-12-2012 11:11


Berawal dari keisengan yg kamu lakukan kepada penghapusku, dan berbuah kekecewaan belaka terhadap diriku dan dirimu.
 Hanya sebuah cerita sedih yg akan aku ceritakan untuk menjelang lelap tidurmu.
Dia  (kamu) yg tak perna kehabisan alasan untuk membuatku tersenyum, hingga kaupun tak ingin melihatku menangis.

Berawal dari pertama disaat kita berkenalan, serasa indah sekali :’).
Tiga bukan berjalan kau akhirnya menyatakan cintamu kepadaku dan akupun membalasnya. Semua berjalan pada semestinya. Aku begitu senang, nanmun di sela aku bahagia, aku masih bersama orang lain. Orang lain itu tak lain adalah dhimas yg selalu membuatku penasaran dan dia selalu memberika cerita-cerita yg membuatku kagum. Dhimas begitu care terhadapku, sehingga disaat aku sedang smsan ataupun WhatsAppan dengan dia. Aku hampir saja melupakan kekasihku yg aku sayangi. Beberapa minggu setelah aku bersama kekasihku, Dhimas seolah member harapan kepdaku atas cintanya, membuaiku dengan penuh keindahan.

Berawal dari kebahagiaan :’)
Tiga bulan berlalu, serasa hanya 3 minggu saja. Akhirnya Dhimas menghubungiku lagi. Tak tahu mengapa tiba-tiba rasa kangen itu muncul kembali disaat aku sudah merasakan semua kebahagiaan bersama kekasihku. Awalnya tak ada yg tahu bahkan kekasihku sendiri, ak tahu kapan seketika saja kekasihku mengetahuinya. Alhasil kekasihku langsung mendatangin Dhimas ke sekolahnya untuk menjelaskan jika “aku sudah mempunyai kekasih”. Kekasihku tak lain adalah teman sekolahku sendiri yg bernama Nahdli J.
Akhirnya…. Dengan penuh rasa sesal Dhimas dan aku tak bisa berteman seperti dulu lagi, yg selalu memberiku harapan, semangat, dan cerita-ceritanya itu yg jenaka.
Akupun tersadar dalam lamunku jika aku sudah memiliki Nahdli yg begitu begitu begitu sangat amat sayang kepadaku.

Berawal dari sebuah lara :’)
Waktupun berlalu dengan cepatnya, namn seakanakan aku masih belum bisa juga melupakan Dhimas yg bukan siapa-siapa aku. Hingga NAhdlipun selalu kesal teradapku ketika kau menyebut namanya atau apalah yg berhubungan dengan “Dhimas”.
Suatu ketika disaat aku bisa melepas semua tentang Dhimas, namun apadaya hati ini jika masih ada sisa-sisa rasa yg ku pendam buat Dhimas. Ahh … semua itu semu dan aku berusaha tak memikirkannya kembali. Namun setidaknya kenangan itu tak bertambah :”). Dan kau memori yg seharusnya kusimpan dalam kotak lalu aku buang jauh-jauh :’)
Aku dan Nahdli begitu bahagia. Dia selalu memberikanku kebahagiaan yg tak pernah aku rasa sebelumnya. Amatlah indah, hingga aku tak perna merasakan luka.
Nahdli ohh Nahdli … serasa tak ingin melepasmu dari pelukku.  Entah mengapa aku terlanjur sayang padanya. Hanya sebuah kata yg ada dalam hati I © U. dan seketika jika dia melintas dibenakku, aku selau senyum-senyum sendiri seperti orang yg tak waras saja :D. Mungkin Nahdli tak perna tahu karna aku begitu tertutup tentang apa yg aku rasa terhadapnya. Yasudahlah biarkan mungkin hanya aku dan hatiku saja yg tahu tentang rasa ini.

Berawal dari setitik harapan :’)
Hanya sebuah harap yg ku pinta “jangan kau lepaskan aku dr gengaman tanganmu”, simple. Dia yg selalu memberiku berjuta warna dalam hariku. Tak henti lelahnya dia berusaha untuku dan cintanya dan semua harapan- harapan yg dia rajut bersamaku dalam mimpi. 
Disaat itu keceriaan yg selalu muncul dari wajah kami tak ada satupun yg menghalangi kami untuk melangkah. Hanya bahagia yg kami rasa, hingga aku dipertemukan dengan orangtuanya yg nan jauh disana. Begitu amat  kacaunya diriku saat menjabat tangan kedua orang tuanya, rasanya mati gaya saja saat berada dirumahnya. Aku pun tak ingin berlama-lama berada disana karna aku berada disana seperti bukan diriku yg seperti biasanya. Ok! Kita pulang …………
Entah apa yg aku pikirkan disaat berda di rumahnya, aku hanya terdiam tersipu malu bercampur cemas jika nanti ditimpahi pertanyaan ini itu dan lain sebagainya. Ahhh lupakanlah orang tuanya tak akan marah jika aku menjaga anaknya dengan baik dan mengajarkannya berbuat lebih baik J. Seketika Nahdli terserang sakit yg mengakibatkan dia tak masuk sekolah pada hari itu, aku bingung aku sendiri juga meraaskan sakit. Mataku yg sudah memakai kacamata ini tiba-tiba saja mengirimkan sinyal yg tak enak dikepala, hasilnya adalah pusing yg berkepajangan. Ya Tuhan aku hanya bisa berharap semoga Nahdlu lekas sembuh dan bisa memberiku setitik cahaya terang yg terpancar dari senyumnya.

Berawal dari sebuah air mata :’)
Telah tiga kali kejadian yg terulang seperti waktu itu, aku masi mengingat Dhimas. Aku tak tahu harus bagaimana meminta maaf kepada Nahdli yg selalu sabar untuk sekian kalinya menghadapiku dengan sifat keras kepalaku dan egoku yg keterlaluan. Berawal dari temanku yg bernama Adit yg sengaja menggoda aku, dia memanggilku “dindhim dindhim dindhim”. Tak ada yg terlintas dibenakku, dengan spontanitas saja aku menuliskan namanya di dalam penghapusku.
Beberapa hari kemudian… aku jatuh sakit entah mengapa penyakit yg telah lama menggerogoti tubuhku ini muncul kembali untuk kesekian kalinya. Aku hanya berfikir ini pertanda buruk atau aku hanay sedang kecapekan belaka. Aku mulai bertanya-tanya dalam lamunku.
Hari demi hari aku tetap jalanin seperti biasa denga kekasihku Nahdli, dalam hati berbicara “maafkan aku sayang jika hari-hari ini aku tertalu tak memperdulukanmu”. Namun aku selalu menutupinya dengan senyum dan tawa yg selalu dia berikan kepadaku.
Disuatu ketika disaat aku sedang mengerjakan tugas biologi, aku yg selalu membawa pensil dan penghapusku kemana-mana entah mengapa pada saat itu aku lupa membawa penghapusku. Ahh dasar Nahdli saja yg iseng, jail, tangannya tak bisa diam. Tiba-tida dengan tidak sengaja dia membuka tutup penghapusku dan dilihatnya ada nama Dhimas yg tertera. SIAL! Tiba tiba saja dia menghampiriku dan berkata “KITA PUTUS”. Aku yg tahu menahu tengtang sebab apa dia memutuskanku jadi disaat itu aku hanya bisa terdiam dan melihatnya keluar dari kelasku dengan penuh amarah dan emosi. Ternyata gara-gara sebuah pengahapus yg bertuliskan nama Dhimas yg aku tulis disaat Adit menggodaku dengan panggilan “dindhim”. Tak mengerti harus mengucap apa. Dia hanya mengucapkan maaf yg dibisikannya kedalam telingaku. Sedih rasanya melihat kenyataan ini. Hingga sampainya aku dirumah, aku hanya terdiam dalam semu .

Berawal dari sebuah luka dalam :’)
Firasatku berkata YA. Ini bukan kecapekan namun ini hal buruk yg akan menimpaku yg akan lebih sakit jika aku merasakannya. Entahlah apa yg harus kuperbuat jika aku jatuh sakit nanti.
Hanya sebuah pesan yg aku terima. Dia berkata:
Nahdli said : maaf din, aku sudahberusaha buat kamu bahagia aku sudah buat kamunyaman, aku sudah berusaha. Ternyata aku gagal, kamu lebih milid Dhimas. Maaf aku gak bisa jadi yg kamu pengen. Aku tau dia ganteng ya semoga dia bisa buat kamu lebih bahagia dari aku lah ya ;)
Nahdli said : maaf ya J aku cuma bisa kasih kamu bahagia :’) kamu cario pacar jangan yg jelek kayak aku ya K gak enak diajak jalan. Kamu gak buat aku kecewa kok, aku sudah sangat sangat bahagia sama kamu. Cuma, kamu susah buat move on. Udah itu doang.
Akupun mulai berfikir. Jika kiranya dia meras aku pilih-pilih natar jelek dan ganteng, megapa tak dari dulu saja aku menolak ajakan dia tuh bergi bersama. Entahlah apa yg dia pikirkan, dia selalu membanding-bandingkan dirinya dengan Dhimas. Mungkin tak ada habisnya jika dia selalu membahas tentang itu. Wajarlah namanya juga manusia pasti ada kurangnya dan lebihnya. Walau dia terlihat lebih tampan dari kamu tp setidaknya hatimulah yg membuatmu tampan dihadapanku. Masakiya Dhimas gak punya kekurangan??? Gak mungkin kan ya? Iya sih kalo dilihat sepintas dari fisiknya Dhimas lebih segalanya dari kamu. Namun, aku tak begitu. Aku tak peduli penampilanmu, toh jika tak pantas apa yg kau gunakan aku akan mengkritisi apa yg kau pakai.
Semua ini sudah sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, akupun tak bisa mengembalikannya dalm bentuk wujud nasi K. Hanya kenangan yg tersisa L

Berawal dari sebuah akhir :’)
Aku percaya jika Tuhan selalu memberikan hambanya jalan yg benar dan baik. Mungkin ini saatnya kita berpisah. Hany asebuah harap yg aku ingin, janganlah kau berubah atas apa dirimu sekarang aku masi ingin mengenalmu dalam keadaanmu seperti ini J
Percayalah suatu saat nanti aku akan menemukanmu kembali. Setidaknya aku perna “SAYANG SAMA KAMU”.
Terima kasih Tuhan kau telah memberikan dia sebagai sandaranku, namunsandaranku kini telah pergi karna ulahku yg keterlaluan :’( maafkanlah aku Tuhan, biarkan dia kembali. Kembali disini disampingku untuk menjadi sandaranku kembali. Aku berjanji tak akan membuatnya pergi lagi dari sandaranku :’( maaf .
Hari telah berlalu tak kurasa senin esok aku akan menjalankan ujian akhir semester 1, tinggal 3 bulan lagi aku melangkah untuk menuju UNAS. Ok focus focus focus !!!
Terima kasih Nahdli, kau telah memberiku arti dalam sebuah cerita ini. Aku igin suatu saat nanti jika aku telah tiada. Kau masih mengingatku dan berkata “dia yg selalu menyayangiku”
Dulu kau hadir membawa berjuta warna sebelum kau pergi membawa luka yg membekas lara.
Akupun percaya, perpisahan itu terjadi karena akan terjadi pertemuan berikutnya :’) semoga saja kita seperti itu.

Berawal dari sebuah asa :’)
Selasa, 11-12-2012 10:01
Tak kurasa hari ini adalah anniversaryku bersama Nahdli yg ke-5 u,u. apa yg bisa aku harap? Hanyalah sebuah asa yg akan menjadikannya abu.
Aku masih tetap menjalani rutinitasku, dan akupun masih dijemput+diantar ke sekolah olehnya, setelah bel berbunyi akhirnya kami pulang dan aku tak hentinya menggenggam tangannya. Seakan tak ingin lepas.
Ohh Tuhan…  aku tulus mencintainya walau ku tau kekurangan dia dan betapa sulitnya bersamanya, tapi aku tetap inginkan dia dalam hidupku :’). Dan aku mencintainya bukan karna siapa DIA. Tapi karna apa yg terjadi pada diriku bersamaya :’)
Ahh, hanya sesal yg ada…  aku masih berharap ada kejutan special buat aku dari kamu, seperti bulan-bulan yg lalu. Kau selalu hadirkan semua hal-hal yg tak perna terpikir olehku di tanggal 11. Namun hari ini apa yg aku dapat???  NOTHING !!! hanya sebuah ucapan dan kecupan. Berujung pergi untuk makan siang. Entah apa yg aku rasa, seakan dia membisikan “KITA AKAN PERBAIKI LAGI HUBUNGAN INI”. Aku hanya tertegun tak sepatah kataku ucap. Hingga kini aku masih berfikir apa yg membuatku ragu. Mungkin karna rasa takut untuk menyakitinya kembali :')
Tuhan…  aku tak perlu orang yg sempurna bersamaku, yg kubutuhkan adalah orang yg tau kekuranganku dan aku ingin dia teteap bersamaku :’)
Untuk yg terakhit Tuhan… semoga esok dan kelak nanti akan kutemukan dia, seseorang yg akan menggengam hatiku selamanya :’)

Terima kasih Tuhan untuk malam ini, kau telah mendengarkan cerita menjelang tidur indahku.  Semoga kau selalu bersamaku di dalam kalbu. Selamat malam Tuhan terimakasih untuk malam ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar