Berawal dari keisengan yg
kamu lakukan kepada penghapusku, dan berbuah kekecewaan belaka terhadap diriku
dan dirimu.
Hanya sebuah cerita sedih yg akan aku ceritakan
untuk menjelang lelap tidurmu.
Dia (kamu) yg tak perna kehabisan alasan untuk
membuatku tersenyum, hingga kaupun tak ingin melihatku menangis.
Berawal dari pertama disaat
kita berkenalan, serasa indah sekali :’).
Tiga bukan berjalan kau
akhirnya menyatakan cintamu kepadaku dan akupun membalasnya. Semua berjalan
pada semestinya. Aku begitu senang, nanmun di sela aku bahagia, aku masih
bersama orang lain. Orang lain itu tak lain adalah dhimas yg selalu membuatku
penasaran dan dia selalu memberika cerita-cerita yg membuatku kagum. Dhimas
begitu care terhadapku, sehingga disaat aku sedang smsan ataupun WhatsAppan
dengan dia. Aku hampir saja melupakan kekasihku yg aku sayangi. Beberapa minggu
setelah aku bersama kekasihku, Dhimas seolah member harapan kepdaku atas
cintanya, membuaiku dengan penuh keindahan.
Berawal dari kebahagiaan
:’)
Tiga bulan berlalu, serasa
hanya 3 minggu saja. Akhirnya Dhimas menghubungiku lagi. Tak tahu mengapa
tiba-tiba rasa kangen itu muncul kembali disaat aku sudah merasakan semua
kebahagiaan bersama kekasihku. Awalnya tak ada yg tahu bahkan kekasihku sendiri,
ak tahu kapan seketika saja kekasihku mengetahuinya. Alhasil kekasihku langsung
mendatangin Dhimas ke sekolahnya untuk menjelaskan jika “aku sudah mempunyai
kekasih”. Kekasihku tak lain adalah teman sekolahku sendiri yg bernama Nahdli J.
Akhirnya…. Dengan penuh
rasa sesal Dhimas dan aku tak bisa berteman seperti dulu lagi, yg selalu
memberiku harapan, semangat, dan cerita-ceritanya itu yg jenaka.
Akupun tersadar dalam
lamunku jika aku sudah memiliki Nahdli yg begitu begitu begitu sangat amat
sayang kepadaku.
Berawal dari sebuah lara
:’)
Waktupun berlalu dengan
cepatnya, namn seakanakan aku masih belum bisa juga melupakan Dhimas yg bukan
siapa-siapa aku. Hingga NAhdlipun selalu kesal teradapku ketika kau menyebut
namanya atau apalah yg berhubungan dengan “Dhimas”.
Suatu ketika disaat aku
bisa melepas semua tentang Dhimas, namun apadaya hati ini jika masih ada
sisa-sisa rasa yg ku pendam buat Dhimas. Ahh … semua itu semu dan aku berusaha
tak memikirkannya kembali. Namun setidaknya kenangan itu tak bertambah :”). Dan
kau memori yg seharusnya kusimpan dalam kotak lalu aku buang jauh-jauh :’)
Aku dan Nahdli begitu
bahagia. Dia selalu memberikanku kebahagiaan yg tak pernah aku rasa sebelumnya.
Amatlah indah, hingga aku tak perna merasakan luka.
Nahdli ohh Nahdli … serasa
tak ingin melepasmu dari pelukku. Entah
mengapa aku terlanjur sayang padanya. Hanya sebuah kata yg ada dalam hati I © U. dan seketika jika dia melintas
dibenakku, aku selau senyum-senyum sendiri seperti orang yg tak waras saja :D.
Mungkin Nahdli tak perna tahu karna aku begitu tertutup tentang apa yg aku rasa
terhadapnya. Yasudahlah biarkan mungkin hanya aku dan hatiku saja yg tahu
tentang rasa ini.
Berawal dari setitik
harapan :’)
Hanya sebuah harap yg ku
pinta “jangan kau lepaskan aku dr gengaman tanganmu”, simple. Dia yg selalu
memberiku berjuta warna dalam hariku. Tak henti lelahnya dia berusaha untuku
dan cintanya dan semua harapan- harapan yg dia rajut bersamaku dalam
mimpi.
Disaat itu keceriaan yg
selalu muncul dari wajah kami tak ada satupun yg menghalangi kami untuk
melangkah. Hanya bahagia yg kami rasa, hingga aku dipertemukan dengan
orangtuanya yg nan jauh disana. Begitu amat kacaunya diriku saat menjabat tangan kedua
orang tuanya, rasanya mati gaya saja saat berada dirumahnya. Aku pun tak ingin
berlama-lama berada disana karna aku berada disana seperti bukan diriku yg
seperti biasanya. Ok! Kita pulang …………
Entah apa yg aku pikirkan
disaat berda di rumahnya, aku hanya terdiam tersipu malu bercampur cemas jika
nanti ditimpahi pertanyaan ini itu dan lain sebagainya. Ahhh lupakanlah orang
tuanya tak akan marah jika aku menjaga anaknya dengan baik dan mengajarkannya
berbuat lebih baik J.
Seketika Nahdli terserang sakit yg mengakibatkan dia tak masuk sekolah pada
hari itu, aku bingung aku sendiri juga meraaskan sakit. Mataku yg sudah memakai
kacamata ini tiba-tiba saja mengirimkan sinyal yg tak enak dikepala, hasilnya
adalah pusing yg berkepajangan. Ya Tuhan aku hanya bisa berharap semoga Nahdlu
lekas sembuh dan bisa memberiku setitik cahaya terang yg terpancar dari
senyumnya.
Berawal dari sebuah air
mata :’)
Telah tiga kali kejadian yg
terulang seperti waktu itu, aku masi mengingat Dhimas. Aku tak tahu harus
bagaimana meminta maaf kepada Nahdli yg selalu sabar untuk sekian kalinya menghadapiku
dengan sifat keras kepalaku dan egoku yg keterlaluan. Berawal dari temanku yg
bernama Adit yg sengaja menggoda aku, dia memanggilku “dindhim dindhim
dindhim”. Tak ada yg terlintas dibenakku, dengan spontanitas saja aku
menuliskan namanya di dalam penghapusku.
Beberapa hari kemudian… aku
jatuh sakit entah mengapa penyakit yg telah lama menggerogoti tubuhku ini
muncul kembali untuk kesekian kalinya. Aku hanya berfikir ini pertanda buruk
atau aku hanay sedang kecapekan belaka. Aku mulai bertanya-tanya dalam lamunku.
Hari demi hari aku tetap
jalanin seperti biasa denga kekasihku Nahdli, dalam hati berbicara “maafkan aku
sayang jika hari-hari ini aku tertalu tak memperdulukanmu”. Namun aku selalu
menutupinya dengan senyum dan tawa yg selalu dia berikan kepadaku.
Disuatu ketika disaat aku
sedang mengerjakan tugas biologi, aku yg selalu membawa pensil dan penghapusku
kemana-mana entah mengapa pada saat itu aku lupa membawa penghapusku. Ahh dasar
Nahdli saja yg iseng, jail, tangannya tak bisa diam. Tiba-tida dengan tidak
sengaja dia membuka tutup penghapusku dan dilihatnya ada nama Dhimas yg
tertera. SIAL! Tiba tiba saja dia menghampiriku dan berkata “KITA PUTUS”. Aku
yg tahu menahu tengtang sebab apa dia memutuskanku jadi disaat itu aku hanya
bisa terdiam dan melihatnya keluar dari kelasku dengan penuh amarah dan emosi.
Ternyata gara-gara sebuah pengahapus yg bertuliskan nama Dhimas yg aku tulis
disaat Adit menggodaku dengan panggilan “dindhim”. Tak mengerti harus mengucap
apa. Dia hanya mengucapkan maaf yg dibisikannya kedalam telingaku. Sedih
rasanya melihat kenyataan ini. Hingga sampainya aku dirumah, aku hanya terdiam
dalam semu .
Berawal dari sebuah luka
dalam :’)
Firasatku berkata YA. Ini
bukan kecapekan namun ini hal buruk yg akan menimpaku yg akan lebih sakit jika
aku merasakannya. Entahlah apa yg harus kuperbuat jika aku jatuh sakit nanti.
Hanya sebuah pesan yg aku
terima. Dia berkata:
Nahdli
said : maaf din, aku
sudahberusaha buat kamu bahagia aku sudah buat kamunyaman, aku sudah berusaha.
Ternyata aku gagal, kamu lebih milid Dhimas. Maaf aku gak bisa jadi yg kamu
pengen. Aku tau dia ganteng ya semoga dia bisa buat kamu lebih bahagia dari aku
lah ya ;)
Nahdli
said : maaf ya J aku cuma bisa kasih kamu bahagia :’)
kamu cario pacar jangan yg jelek kayak aku ya K gak enak diajak jalan. Kamu gak buat aku kecewa kok, aku
sudah sangat sangat bahagia sama kamu. Cuma, kamu susah buat move on. Udah itu
doang.
Akupun mulai berfikir. Jika
kiranya dia meras aku pilih-pilih natar jelek dan ganteng, megapa tak dari dulu
saja aku menolak ajakan dia tuh bergi bersama. Entahlah apa yg dia pikirkan,
dia selalu membanding-bandingkan dirinya dengan Dhimas. Mungkin tak ada
habisnya jika dia selalu membahas tentang itu. Wajarlah namanya juga manusia
pasti ada kurangnya dan lebihnya. Walau dia terlihat lebih tampan dari kamu tp
setidaknya hatimulah yg membuatmu tampan dihadapanku. Masakiya Dhimas gak punya
kekurangan??? Gak mungkin kan ya? Iya sih kalo dilihat sepintas dari fisiknya
Dhimas lebih segalanya dari kamu. Namun, aku tak begitu. Aku tak peduli
penampilanmu, toh jika tak pantas apa yg kau gunakan aku akan mengkritisi apa
yg kau pakai.
Semua ini sudah sudah
terjadi. Nasi telah menjadi bubur, akupun tak bisa mengembalikannya dalm bentuk
wujud nasi K. Hanya
kenangan yg tersisa L
Berawal dari sebuah akhir
:’)
Aku percaya jika Tuhan
selalu memberikan hambanya jalan yg benar dan baik. Mungkin ini saatnya kita
berpisah. Hany asebuah harap yg aku ingin, janganlah kau berubah atas apa
dirimu sekarang aku masi ingin mengenalmu dalam keadaanmu seperti ini J
Percayalah suatu saat nanti
aku akan menemukanmu kembali. Setidaknya aku perna “SAYANG SAMA KAMU”.
Terima kasih Tuhan kau
telah memberikan dia sebagai sandaranku, namunsandaranku kini telah pergi karna
ulahku yg keterlaluan :’( maafkanlah aku Tuhan, biarkan dia kembali. Kembali
disini disampingku untuk menjadi sandaranku kembali. Aku berjanji tak akan
membuatnya pergi lagi dari sandaranku :’( maaf .
Hari telah berlalu tak
kurasa senin esok aku akan menjalankan ujian akhir semester 1, tinggal 3 bulan
lagi aku melangkah untuk menuju UNAS. Ok focus focus focus !!!
Terima kasih Nahdli, kau
telah memberiku arti dalam sebuah cerita ini. Aku igin suatu saat nanti jika
aku telah tiada. Kau masih mengingatku dan berkata “dia yg selalu menyayangiku”
Dulu kau hadir membawa
berjuta warna sebelum kau pergi membawa luka yg membekas lara.
Akupun percaya, perpisahan
itu terjadi karena akan terjadi pertemuan berikutnya :’) semoga saja kita
seperti itu.
Berawal dari sebuah asa :’)
Selasa, 11-12-2012 10:01
Tak kurasa hari ini adalah
anniversaryku bersama Nahdli yg ke-5 u,u. apa yg bisa aku harap? Hanyalah
sebuah asa yg akan menjadikannya abu.
Aku masih tetap menjalani
rutinitasku, dan akupun masih dijemput+diantar ke sekolah olehnya, setelah bel
berbunyi akhirnya kami pulang dan aku tak hentinya menggenggam tangannya.
Seakan tak ingin lepas.
Ohh Tuhan… aku tulus mencintainya walau ku tau kekurangan
dia dan betapa sulitnya bersamanya, tapi aku tetap inginkan dia dalam hidupku
:’). Dan aku mencintainya bukan karna siapa DIA. Tapi karna apa yg terjadi pada
diriku bersamaya :’)
Ahh, hanya sesal yg ada… aku masih berharap ada kejutan special buat
aku dari kamu, seperti bulan-bulan yg lalu. Kau selalu hadirkan semua hal-hal
yg tak perna terpikir olehku di tanggal 11. Namun hari ini apa yg aku
dapat??? NOTHING !!! hanya sebuah ucapan
dan kecupan. Berujung pergi untuk makan siang. Entah apa yg aku rasa, seakan
dia membisikan “KITA AKAN PERBAIKI LAGI HUBUNGAN INI”. Aku hanya tertegun tak
sepatah kataku ucap. Hingga kini aku masih berfikir apa yg membuatku ragu. Mungkin karna rasa takut untuk menyakitinya kembali :')
Tuhan… aku tak perlu orang yg sempurna bersamaku, yg
kubutuhkan adalah orang yg tau kekuranganku dan aku ingin dia teteap bersamaku
:’)
Untuk yg terakhit Tuhan…
semoga esok dan kelak nanti akan kutemukan dia, seseorang yg akan menggengam
hatiku selamanya :’)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar